Wednesday, September 13, 2017

Women's Power

Kalo mendengar kata wanita / perempuan, apa yang terbesit di benak kalian ? Yang saya tahu banyak sekali sebutan yang diawali dari kata wanita. For example, wanita karier, wanita "simpanan", wanita sosialita, business woman,wanita jalang, dan lain-lain. Di antara sebutan tersebut pasti ada yang memiliki arti negatif dan positif.
Di sini saya ingin mengutarakan yang selama ini sering kita salah kaprah atau salah pemahaman perihal seorang wanita. Sering saya liat di kehidupan sehari hari ada seorang wanita yang bisa dibilang dia hanya seorang wanita karier biasa tapi jika dilihat dari kehidupannya mungkin tidak seimbang antara penghasilan dengan gaya hidupnya. 
Pasti di antara kalian sering menemukan komentar nyinyir seperti ini "Kok dia kalo update di sosmed jalan jalan mulu ya padahal kerjanya cuma blablabla", "Kok dia bisa beli barang mahal begitu ya, duit dari mana tuh" "Emang gaji dia berapa sih ? kok bisa jalan jalan & beli barang barang mahal ?"
Kenapa deh cuma karena wanita itu bekerja sebagai karyawan di perusahaan yang mungkin kurang bonafit tapi di saat dia sanggup beli ini itu kita mikirnya udah ke hal yang aneh-aneh. Mungkin aja dia nabung mati-matian buat beli barang / keinginannya, bisa juga dia punya usaha sampingan selain kerja kantoran. Who knows ?
Padahal di luar sana banyak wanita yang sukses dengan bisnis dan kariernya yang bahkan mungkin kalo saya bicara segara gamblang mereka nggak butuh seorang pria untuk memenuhi kebutuhan finansialnya. Jadi, sebelum kalian menjudge wanita yang saya bahas di awal, kalian harus tahu dulu seluk beluk wanita tersebut karena bisa saja penilaian kalian salah dan berakhir menjadi suudzhan (berprasangka buruk). Siapa yang malu dan siapa yang dosa ??
Bisa kita ambil contoh artis bernama Syahrini. Siapa yang nggak kenal dengan dia ? Yang kita tahu kehidupan dia glamor, wanita sosialita, dan high maintenance. Saya yakin di antara kalian pasti tahu apa yang kurang dari seorang Syahrini ? Ya, pasangan hidup. Setiap orang pasti berpikir para pria akan minder atau tidak pede untuk mencalonkan diri menjadi pasangan hidup syahrini. Para pria akan minder karena melihat gaya hidup syahrini yang glamor dan pasti memerlukan biaya hidup yang tinggi dan dipastikan para pria tersebut takut tidak dapat memenuhi gaya hidup syahrini. Padahal menurut saya pribadi, seorang syahrini tidak terlalu membutuhkan pria tajir melintir untuk menjadi pasangan hidupnya. Tanpa seorang pria kaya pun Syahrini sudah mampu memenuhi gaya hidupnya. Menurut saya, yang dia butuhkan adalah pria yang mau mengerti keadaannya. Keadaan dalam hal ini adalah waktu dan perhatian yang mungkin akan sulit diberikan oleh seorang wanita karier seperti Syahrini yang super sibuk. 
Contoh lainnya adalah seorang penulis favorit saya, Trinity. Ia merupakan penulis dari buku "The Naked Traveler". Saya sangat senang membaca buku-bukunya karena sangat menginspirasi bagi saya (bukan endorse). Dari novelnya saya tahu bahwa dia adalah seorang travel writer yang dulunya sempat bekerja sebagai pegawai kantoran dan sampai saat ini (13 september 2017) dia masih single. Dia sangat hobi traveling bahkan traveling sudah menjadi bagian dari hidupnya. Saat menjadi seorang pegawai kantoran ia selalu mencuri waktu untuk berlibur. Dia juga memberi tips kepada pembacanya kalau ingin jalan-jalan tidak harus nunggu banyak duit, kita bisa menabung sambil mempersiapkan itinerary. Budget untuk traveling pun dia cari dengan usahanya seorang diri bukan dari bantuan suami karena dia masih seorang wanita single. Selain bekerja sebagai pegawai kantoran, dia juga seorang travel blogger dan kemudian blognya dikembangkan menjadi sebuah buku.
Dari kedua contoh tersebut kita bisa ambil kesimpulan bahwa tidak selamanya seorang wanita harus mencari pria kaya atau menjadi "simpanan" pria kaya hanya untuk memenuhi kebutuhan dan keinginannya. Terlebih di era digital ini sudah banyak bisnis atau perusahaan yang pelopornya adalah seorang wanita. So, jangan heran kalau di luar sana anda menemukan wanita single yang gaya hidupnya glamor karena bisa jadi ia seorang business woman yang sukses dan jika yang anda temukan adalah seorang wanita karier biasa yang bekerja hanya sebagai pekerja kantoran tetapi bisa membeli barang atau berpergian yang menurut anda tidak bisa ia dapatkan jika hanya mengandalkan gajinya, bisa jadi ia menabung mati-matian atau punya pekerjaan sampingan yang positif. 

~ Kita tidak pernah tahu apa yang sudah dilakukan orang lain sebelumnya, jangan ambil kesimpulan dengan mudah.

Thursday, May 11, 2017

Komentar Mainstream

Sebagai sosmed user kita pasti sering melihat berbagai postingan baik berupa artikel, blog, status, maupun berita. Setiap postingan tersebut pasti tersedia kolom komentar dimana kolom tersebut disediakan untuk para netizen mengaspirasikan pendapatnya. Komentar yang kita temui pasti ada yang berisikan hal negatif maupun hal positif. Ya, saya secara individu tidak mempermasalahkan komentar yang negatif atau pun mengandung sarcasm. Tapi apakah di antara kalian pernah melihat atau membaca komentar seperti ini :

   "Biarin aja lah suka suka dia, hidup hidup dia kenapa kalian yang repot".
   "Ngurusin banget hidup orang, hidup sendiri aja belom bener".

Pasti kalimat tersebut tidak asing dan sering kita jumpai baik di dunia maya maupun dunia nyata. Komentar yang menurut saya sangat "mainstream" bahkan bisa dibilang komentar copas. Dalam tulisan ini, saya sedikit ingin mengemukakan pendapat saya dan menganalisis kalimat tersebut secara logika.
Memang ini adalah hal sepele yang nggak wajib kita bahas tapi menurut saya hal-hal besar terjadi karena hal sepele. Dari dua kalimat tersebut saya bisa menganalisis bahwa seseorang harus jadi pribadi yang perfect kalo mau mengkritik orang lain. Kenapa saya bilang kayak gitu ? Dari kedua kalimat tersebut udah jelas kalo kita harus perbaiki diri terus menerus tanpa harus melihat kekurangan orang lain atau hal yang janggal menurut kita. 
Gini deh, kalo kita mau mengkritik orang tapi dituntut harus urus diri sendiri dulu sampe bener, secara logika manusia itu nggak luput dari salah dan dosa, right ? Lantas kalo kita sibuk ngurus diri sendiri sampe bener berarti di saat orang lain melakukan kesalahan kita nggak boleh menegurnya, bukan begitu ?? Karena kalau kita menegur akan kembali ke masalah awal "Ngurusin banget hidup orang, hidup sendiri aja belom bener" pasti akan begitu terus sampe dunia ini kiamat. 
Kalo kita sepakar pake prinsip "Suka suka dia" dan "Hidup sendiri aja belom bener" sudah dipastikan banyak hal-hal yang di luar akal sehat bakal terjadi. WHY ? "Ya karena suka suka dia, urus diri sendiri aja yang bener".
Menurut saya, nggak ada salahnya untuk mengkritik seseorang. Selama introspeksi diri pun kita butuh penilaian orang lain hal apa yang belom baik dari kita. Yang menjadi permasalahannya adalah para pengkritiknya. Kadang orang mengkritik tanpa saran yang akhirnya malah jadi bullying. Biasakan dari sekarang berikan kritik yang membangun bukan yang menjatuhkan karena awal mula orang-orang bersikap apatis terhadap kelakukan buruknya ketika mereka nggak diberi kritik dan saran yang membuat mereka berubah jadi lebih baik.



Be a smart valuer 😊

Wednesday, February 22, 2017

When Career and Passion Come Together






Passion (kegemaran ; keinginan besar), kata yang nggak asing kita dengar walau berasal dari bahasa asing.  Setiap orang pasti punya kegemaran, hobby, atau mungkin suatu aktivitas yang senang kita lakukan. Sering kita dengar kalau hobby atau kegemaran bisa dijadikan bakat atau cita-cita jika kita fokus terhadap kegemaran tersebut. Tapi nggak sedikit dari kita yang tidak berkeinginan untuk mengembangkan hobbynya. 

Saya ingin mengutarakan pendapat saya bahwa seseorang butuh dukungan dari orang-orang di sekitarnya untuk mengembangkan hobbynya. Sering kita "dibodohi" dengan kata-kata "nilai jelek begini, mau jadi apa ?" "masuk jurusan kuliah ini, mau jadi apa ?" kalimat yang membuat mental seseorang menjadi down. Sekarang gini deh, tiap orang punya cita-cita yang tidak mengharuskan orang tersebut untuk menguasai semua bidang. For example, seorang seniman tidak harus pintar dalam fisika. Seorang politikus tidak harus pintar kimia, seorang pengusaha tidak harus pintar biologi, begitupun seterusnya. Itu lah kenapa sistem pendidikan di negara maju  memprioritaskan siswanya untuk fokus dalam bidang dan bakat mereka. 
Di sini saya mau sharing sedikit dimana saya termasuk ke dalam seseorang yang harus mengubur mimpinya untuk sementara karena belum ada dukungan dari orang-orang di sekitar terutama Ibu. Ya, seperti yang udah pernah saya katakan, saya punya cita-cita menjadi seorang diplomat / editor tapi di sisi lain Ibu saya belom memberi dukungan. Ia punya keinginan sendiri untuk anak-anaknya. Sedih memang, dimana mimpi yang udah kita bangun sedemikian bagus harus pupus untuk sementara. Terlebih belum didukung oleh orang tua sendiri. Saya tahu setiap orang tua ingin anak-anaknya sukses dan berhasil, that's why mereka terkadang menuntut anaknya untuk menjadi apa yang mereka mau dan menurut mereka adalah yang terbaik. Padahal menurut saya, orang tua memang berhak memberikan saran atau ide untuk masa depan anaknya tapi keputusan kembali kepada individu masing-masing. Kalo memang semuanya udah diatur oleh orang tua, lantas untuk apa anak-anak sejak kecil punya cita-cita ? Toh, kedepannya orang tua yang menentukan. Entah ini pemikiran turun temurun atau memang sudah menjadi budaya kita. Karena menurut info yang saya dapat, di negara maju, seorang orang tua akan membebaskan anaknya untuk berekspresi dan memfokuskan bakat mereka. Bahkan sistem pendidikannya pun memberi prioritas kepada muridnya untuk fokus dengan bakatnya agar terus diexplore. Di negara maju, saat jenjang SMA, seorang murid berhak memilih bidang mana yang ingin mereka pelajari sesuai dengan passion mereka. Jika muridnya senang bermusik, maka ia bisa masuk dalam kelas musik dan mengexplore bakatnya. Sejujurnya, saya lebih setuju dengan sistem pendidikan seperti itu. Sedangkan di Indonesia sendiri, jurusan di SMA masih harus dibagi-bagi lagi. Contohnya jurusan IPA yang masih terbagi menjadi biologi, kimia, fisika, dan bahasa. 
Kadang merasa kesal dengan orang-orang yang masih berpikiran kuno dan primitif. Mereka yang mikirnya kalo kuliah ini itu nanti susah dapet kerja seakan akan takut banget nggak dapet rezeki. Kebanyakan orang berpikirnya masih monoton terutama orang tua. Mereka mikirnya sekolah - kuliah - lulus - kerja - gaji gede bukan sekolah - kuliah - lulus - buka lapangan kerja - menggaji orang. Sangat monoton kalo siklusnya seperti yang pertama.
Belajar dari kisah pribadi, saya dapat mengambil hikmahnya bahwa nanti di saat saya sudah berkeluarga dan punya anak, saya tidak ingin anak saya merasakan apa yang saya rasakan. Saya akan mensupport passion mereka dan memfasilitasinya. Karena saya tahu, posisi orang tua hanya memberi nasihat dan saran dan saya paham masa depan ada di tangan individu itu sendiri. 
Menurut saya, ketika kita belajar atau bekerja sesuai dengan keinginan hati maka akan lebih mudah untuk dijalaninya. Jadi, stop berpikir hanya lulusan dokter dan teknik yang dapat sukses karena setiap orang bisa sukses dengan caranya masing-masing. 

So, follow your passion and success will folow you :)






                                    "Hal yang paling menyenangkan adalah hobby yang dibayar".















Tuesday, February 14, 2017

Sepenggal Teguran





Sampah, hal kecil yang bisa jadi penyebab masalah besar (banjir, kesehatan lingkungan). Gambar di atas mewakili perasaan saya ketika ada seseorang yang membuang sampah sembarangan tanpa rasa dosa. Lebay ?? Berlebihan ?? Udah maklum kok saya dibilang begitu. Sebenernya nggak penting-penting amat sih ngebahas sampah. Ngapain coba ngebahas sesuatu yang notabene barang bekas yang udah nggak kepake. Tapi gimana jika sesuatu yang kita anggap nggak penting malah menyebabkan permasalahan yang genting ? Topik ini saya dapat berawal dari ketika saya mendengar testimoni orang-orang Indonesia yang udah pernah ke luar negeri dan dengan antusiasnya berkata "Sumpah deh di sana tuh bersih bangett, nggak ada sampah sedikit pun, nggak kayak di Indo." Lucu sekali dia bung ! Saya cukup kesal dengan orang yang over proud dengan negara luar yang mereka puji kebersihannya sedangkan di negaranya sendiri buat buang sampah pada tempatnya pun malas. Negara-negara yang kalian puja-puji itu punya rakyat yang bisa diatur dan mau ikutin peraturan. Mereka bahkan punya kesadaran sendiri dengan kebersihan lingkungannya tanpa ada peraturan maupun undang-undang dari pemerintahnya. Sedangkan rakyat kita ? Bisa nilai sendiri lah. Ada peraturan aja masih dilanggar. Lagian apa susahnya sih buang sampah pada tempatnya ? Kan dari diri sendiri bisa jadi contoh buat orang-orang di sekitarnya. Di sini saya nggak mau "pukul" rata semua rakyat Indonesia karena mungkin di antara mereka masih ada yang memilki kesadaran akan kebersihan lingkungan dan saya respect dengan orang seperti gitu. Negara yang mereka puji pun bukan negara sembarangan (re : USA, UK, Aussie, etc). Jangankan dengan negara tersebut, sama negara tetangga (re : Singapore) pun kita kalah. Ada yang bilang kalo negara-negara tersebut punya undang-undang tentang sampah / kebersihan lingkungan. Negara kita juga punya kok. Nih saya kasih tau for your information :

Undang-Undang RI no 18 tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah di Indonesia.
Undang-undang ini mengatur tentang pengelolaan sampah, pembagian kewenangan dan penyelenggaraannya. UU ini ditindaklanjuti dengan PP tentang pengelolaan sampah rumah tangga dan sejenisnya.
Dalam Undang-undang ini ditetapkan bahwa setiap orang dilarang:
  • memasukkan sampah ke dalam wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia;
  • mengimpor sampah;
  • mencampur sampah dengan limbah berbahaya dan beracun;
  • mengelola sampah yang menyebabkan pencemaran dan/atau perusakan lingkungan;
  • membuang sampah tidak pada tempat yang telah disediakan dan ditentukan;
  • melakukan penanganan sampah dengan pembuangan terbuka di tempat pemrosesan akhir; dan/atau
  • membakar sampah yang tidak sesuai dengan persyaratan teknis pengelolaan sampah.
Kalian tahu, saking sadarnya akan kebersihan lingkungan, mereka bahkan menyimpan sampah di saku celananya sampai menemukan tempat sampah terdekat lho. So, kalian nggak tertarik mengikuti "kebiasaan" rakyat di negara maju yang kebersihannya juara ? 
Saya pernah bertanya kepada seorang warga negara asing (Itali) yang pernah berkunjung ke Indonesia, pertanyaan saya, Apa pendapat Anda tentang Indonesia ? Dia menjawab, "Indonesia negara yang cantik, orang-orangnya sangat ramah tapi sangat disayangkan saya sering lihat sampah di setiap sudut jalan." Siapa yang malu ? Sangat berbanding terbalik dengan pujian kita terhadap negara mereka. Kalo boleh saran, kalian boleh kok memuji negara lain yang kebersihannya emang ok banget bahkan seharusnya negara-negara tersebut harus kita jadiin contoh dan diaplikasikan di negara sendiri. Bukan hanya memuji lalu membandingkan tanpa ada perubahan yang lebih baik.
So, masih mau buang sampah sembarangan ? 
Stop Comparing !!
#SalamJariTengah hahahahahaah :v






Sunday, February 12, 2017

Positive Thinking





Hai readers, berjumpa lagi bersama saya di blog ini. Dalam blog ini, saya mau share tentang positive thinking atau berpikir positif. Kalian tau kan maksud dari positive thinking ?? Positive thinking adalah sebuah pemikiran dimana kita tidak boleh berprasangka buruk terhadap seseorang apalagi hanya dari penilaian kita sendiri.
Btw gambar di atas adalah salah satu cerita yang sangat saya suka dan menyentuh. Cerita tersebut cukup menyadarkan kita dan membuka pikiran tentang penilaian kita terhadap seseorang. Cerita tersebut juga pas dengan pembahasan yang akan saya bahas di blog ini.
Kadang saya heran dengan orang yang dengan mudahnya  menilai orang hanya dari fisik dan apa yang mereka liat. Contohnya, ada seorang wanita ketika dia melihat wanita lain memakai pakaian mini atau terbuka, wanita tersebut langsung menilai kalau wanita seksi itu tidak pernah shalat saat sedang berpergian hanya karena dia berpikir "mana mungkin dengan pakaian sexy seperti itu dia akan pergi ke masjid dan menunaikan shalat" miris nggak sih guys ?? Padahal kalo saya perhatikan, masih banyak wanita yang berpakaian tertutup bahkan berhijab tapi tidak menunaikan shalat pada waktunya tiba. Bukan saya menjudge wanita berhijab, saya hanya ingin meluruskan pemikiran orang-orang sempit. Nggak jarang juga saya berjumpa di tempat ibadah, dimana ada seorang wanita yang pakaiannya bisa dibilang membentuk tubuh tapi masih menjalankan kewajibannya. See ?? Terkadang apa yang orang tunjukan terhadap kita belum tentu seperti apa yang kita pikirkan. Saya juga punya cerita dimana ada seorang pria yang tiap hari rutin ke diskotik untuk membeli minuman keras dan dibawa pulang olehnya. Orang-orang pasti berpikir pria itu pemabuk berat dan menghabiskan uang untuk hal yang nggak bermanfaat. Padahal faktanya, ketika sampai di rumah, pria tersebut membuang minuman tersebut agar mengurangi stock minuman yang ada di diskotik tersebut.  Contoh lain, ini berupa penilaian lisan sih. Jadi, saat sedang dalam perjalanan, saya sempet debat atau bisa dibilang adu pendapat dengan orang di sekitar saya tentang seorang tokoh yang saat itu sedang ramai dibicarakan. Tokoh tersebut "terkenal" dengan gaya bicaranya yang frontal dan emosional. Saat itu, orang di samping saya bilang kalau tokoh itu selalu berkata kasar di lingkungan kerjanya. Info tersebut di dapat dari salah satu temannya yang bekerja dengan tokoh tersebut. Ada yang udah paham point dari cerita tersebut ?? Yep, orang yang di samping saya menerima info secara "mentah" dari temannya yang notabene kita belum tahu apakah temannya tersebut berbagi info sesuai fakta atau tidak. Coba kita posisikan temannya tersebut memiliki rasa tidak suka terhadap si tokoh, otomatis yang akan dia share adalah hal negatif, bukan ?? Jarang sekali orang yang membenci terhadap seseorang akan share kebaikan orang yang dibencinya justru malah sebaliknya dan dalam kasus ini orang di samping saya menerima info secara mentah dan menerimanya pun secara utuh tanpa mencari tahu kebenarannya. 
Saya pribadi, jujur sangat sulit untuk menilai seseorang hanya dari perkataan orang lain karena yang diomongin bisa jadi berbanding terbalik dengan fakta sebenarnya. Saran saya, jangan mudah menilai seseorang hanya dari apa yang kita lihat dan dari perkataan orang lain karena berakibat suudzhan terhadap orang tersebut. Boleh lah kita berpikir subjektif tapi hal itu cukup menjadi penilaian individu dan tidak menghasut orang untuk idem dan sependapat. Terlebih lagi kita belum tahu bagaimana kehidupan seseorang itu sebenarnya. So, be wise guys :)

Thursday, January 9, 2014

Cara Berteman Zaman Sekarang

Hai, apa kabar nih ? Semoga sehat ya. Btw saya abis nyari topik dari twitter dan akhirnya dapet topik yang menarik tentang cara berteman zaman sekarang. Kata salah satu penghuni di timeline saya zaman sekarang cara bertemannya mandang kasta. Yap, back to basic, seperti dahulu. Di saat orang-orang yang boleh sekolah hanya keturunan bangsawan dan anak jendral. Kayaknya yang kayak gitu bakal terjadi lagi pada zaman sekarang. Saya juga ngerasain sih hal kayak gitu. Zaman sekarang semuanya harus serba mahal biar banyak temen. Gadget mahal, laptop mahal, jam tangan mahal, macem-macem lah. Nilai plusnya harus cakep juga. Nanti mereka akan bergenk yang isinya anak-anak borju dan hedon.
Coba kita alihkan pembicaraan sebentar. Zaman sekarang udah modern, HP udah semakin canggih. Orang-orang berpendapat, kalo HP mahal itu beda lah pokoknya. Tapi saya nggak sependapat tuh. Menurut saya, fungsi dasar HP itu buat apa sih ?? komunikasi. Kalo pun canggih, pasti social media yang dipake juga sama aja. Mungkin mereka semua udah dibutakan oleh teknologi. Ok back to topic, anak zaman sekarang juga begitu. Mereka minta yang mahal, padahal ujung-ujungnya buat pamer. Di lingkungan saya banyak yang seperti gitu. Segala macam HP dipertontonkan. Kalo mereka mau pamer sama saya, mereka salah orang karena saya bukan orang yang tertarik dengan hal-hal seperti itu. Saya termasuk orang yang netral. 
Saran saya, kalo berteman jangan milih-milih, semuanya sama. Yang kaya juga butuh si miskin kan ??

 

Assalamualaikum :)

Thursday, August 15, 2013

What Do You Think ??

-Bangun tidur anda minum apa ?? Aqua (74% sahamnya milik Danone perusahaan Perancis) atau Teh Sariwangi (100% saham milik Unilever Inggris.) Minum susu SGM (milik Sari Husada yg 82% sahamnya dikuasai Numico Belanda).

-Lalu mandi pakai sabun Lux dan Pepsodent (Unilever, Inggris).

-Sarapan ?? Berasnya beras impor dari Thailand (BULOG pun impor),gulanya juga impor (Gulaku - Malaysia) .

-Keluar rumah naik motor/mobil buatan Jepang, Cina, India, Eropa tinggal pilih.

-Sampai kantor nyalain AC buatan Jepang, Korea, Cina.

-Pakai komputer, hp (operator Indosat, XL, Telkomsel semuanya
milik asing; Qatar, Singapura, Malaysia).

-Mau belanja ?? Ke Carrefour, punya Perancis. Kalo gitu ke Alfamart (75% sahamnya Carrefour). Bagaimana dengan Giant? Ini punya Dairy Farm International, Malaysia yang juga Hero.

-Malam2 iseng ke CircleK dari Amerika.

-Ambil uang di ATM BCA, Danamon, BII, Bank Niaga ah semuanya sudah milik asing walaupun namanya masih Indonesia.

-Bangun rumah pake semen Tiga Roda Indocement sekarang milik Heidelberg (Jerman) (61,70%). Semen Gresik milik Cemex Meksiko, Semen Cibinong punyanya Holcim (Swiss).

-BB atau HP anda- pun buatan luar

"CUMA KORUPTOR aja yg Asli Produk Indonesia.

Ada yang mau nambahin.?? Masih banyak lagi kalo diterusin


Komentar hasil survei :
  
- Harap maklum..kita msh negara berkembang.. Jd msh perlu masukan dr luar spy bs mandiri.. Tiap negara bth kerja sama dlm bidang ekspor impor..Dan akhirnya.. BRI,BNI n bank Mandiri punya negara kita.. Carrefour pun udh milik CT group.. Mobil.?apa ga liat brita klo pak dahlan iskan mengembangkan mobil listrik..? Dan cb pulikasikan mobil SMK yg akan di produksi masal.. Pasta gigi dr indonesia ga kalah bgs kok. Kenal ciptadent kan.?? Jg barang ato produk dr maspion grup tuh murni buatan indonesia.. Tau pindad juga kan..? Senjata brupa AK48,sniper,tank jg kendaraan tempur dll udh dpesan negara eropa,afrika,sbagian negara asia tenggara n timur tengah.. Baju tentara amerikan pun asal kalian tau itu buatan dr solo INDONESIA.. Knalpot BMW,ferarri n MERCEDES BENZ yg trsohor didunia tuh buatan INDONESIA.. Bahan kulit bola world cup dr taun 1998 tuh buatan INDONESIA smp skr..smp hewan pun.. Dunia ga ada yg punya slain di negeri kita..komodo,cendrawasih,rajawali,anoa dll.. Dlm SDM olimpiade matematik,fisika dll apa klian prnah tau INDONESIA cm tangan kosong.? Liat.. Indonesia slalu mendominasi.. jd aku mohon.. Buka mata dulu liat skitar kalian.. Jgn cuma liat negatifnya aja.. Ini negaraku, ini bumi pertiwi kalian, ini nusantara kita, INDONESIA untuk bersama.. Mana jiwa nasionalisme kalian kalo cm pandang buruknya aja..tp kaliann tau positifnya jg usaha bangkitnya indonesiamu sendiri.

- Kita harusnya lebih malu, karna masih muda tapi gak bisa berbuat apa2 demi bangsa.. Coba deh renungkan kenapa masyarakat indonesia banyak yg berada dibawah garis kemiskinan. KARENA POLA PIKIR. Kebanyakan orang: Kerja->Uang->Kebutuhan->Impian Orang sukses. Usaha->ASET->Uang->Kebutuhan+Impian.Semua orang mendoktrin kita untuk sekolah pintar dan kerja mapan, bukan sekolah pintar, usaha keras, bangun aset, pengusaha sukses.. Intinya kenapa saham efektif dikuasai asing, karna orang asing sadar bahwa dengan semakin banyaknya aset yg dimiliki maka keuntugan pun besar..apalagi prinsip masyarakat Indonesia TERIMA GAJI BESAR bukan KASIH GAJI BESAR.. Thankz.. Silakan referensi ke web.4 gologan pekerjaan manusia karangan Robert Kiyosaki..anda akan tau dipekerjaan golongan kaya atau miskinkah anda..

- Trus harusnya gmna??
  Balik kejaman batu lagi?
  manusia jga makhluk sosial kalee


- Jng cari negatifnya aja lah.
Coba gk ad infestor asing
berapa besar jumlah pengangguran.
Prusahaan asing mengundang byak tnaga kerja tentunya orang indonesia. Dan lgi brapa besar sumbangan nya untuk negara.
Berpikir dulu jngan cari negatifnya aj.
 

- Makanya to kita sbg generasi muda yg must go on. Talk less do more.

Komentar saya : Masalah klise ~
Kenapa saya bilang begitu ?? Karena menurut saya, orang Indonesia pola pikirnya sempit. Mereka selalu negative thinking sama hal yang sensitif. Sebenernya itu bukan postingan saya tapi saya cuma mau bahas masalah yang sangat klise kayak gini. Kalian tau nggak tujuan seseorang yang posting kayak gitu ?? Mereka cuma pengen agar kalian yang baca bisa open minded. Tapi hasilnya ?? Berkata lain. Kapan negara ini disebut negara maju ?? Pertanyaan itu yang sampe sekarang belom terjawab. Nggak bosen disebut negara berkembang mulu ?? Nggak akan bisa maju kalo koruptor cuma di penjara. Negara kita masih dijajah secara nggak langsung tapi kalo rakyat terus-terusan di bawah garis kemiskinan, dijajah secara langsung mungkin akan terjadi lagi.

So, what should we do ?
Think, Talk Less, Do More